Curahan Hati Syamsir Alam soal Bermain Tarkam

128 views

Daftar Gratis Dapat Bonus Bosku..

eks pemain Tim Nasional (Timnas) indonesia U-23 di ajang SEA Games 2011, Syamsir Alam, meluapkan curahan hatinya tentang kegiatannya bermain kopetisi antar kampung (tarkam). ia turut memberikan saran terkait pendapat penduduk yang menyebut dirinya amat miris menjadi footballer tarkam, Selasa (25/10/16).

Syamsir Alam tengah menjadi bincang-bincang hangat penduduk indonesia. Sebab, pemain mempunyai usia 24 tahun itu harus melanjutkan karier footballer ahlinya ke level kopetisi antar kampung atau tarkam, usai diputus perjanjian oleh Persiba Balikpapan.

Dalam sesuatu photo yang diunggah Syamsir melewati account instagram pribadinya,@syamsir11alam, pemain kelahiran 06 Juli 1992 tersebut menunjukkan dirinya dikerumuni penduduk usai bermain dalam laga tarkam di sesuatu kampung wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, eksi). ia tidak malu menunjukkan dirinya yang bermain tarkam.

“Saya senantiasa percaya pada waktu itu Allah menutup satu pintu, Allah akan membongkarkan pintu yang lain. Saya melacak rezeki dan nafkah untuk Famili dari mana saja asal halal dan tidak membuat rugi orang lain,” catat Syamsir Alam di account instagram pribadinya @syamsir11alam.

“Saya tidak malu bekerja serta apa pun itu demi melacak rezeki untuk Famili saya,” lanjut Syamsir.

Aksi Syamsir Alam waktu menggarap bola.

Hal tersebut mendapat banyak persepsi dari penduduk. Ada yang memberi saran baik bersifat negatif maupun positif.

Salah satu saran negatif datang dari pemilik account instagram,@Samsugeng4, yang menyebut bahwa karier Syamsir hingga bermain tarkam disebabkan wanita.

“Karenanya latihan terus, jangan yang diurusi cuma wanita, #saran,” catat [email protected]

akan tetapi, banyak juga yang memberikan saran positif dalam arti menyemangati sosok eks pemain Pelita Bandung Raya tersebut.

“Saya sarankan tahun depan main di Divisi Utama bila sukar di kasta paling tinggi indonesia Super League (iSL), jangan main di tarkam. ingat kata Bambang Pamungkas, tarkam cuma mencampakkan waktu dan menyebabkan besar mendapat cedera, disebabkan itu hal yang tidak mutlak. Jangan gengsi main di kasta mana pun, yang mutlak pertahankan jati dirimu Selayak pemain ahli,” catat account @WastuBagus.

Syamsir Alam dikerumuni Masyarakat waktu bermain tarkam.

merespon hal tersebut, Syamsir amat heran penduduk tentang dirinya yang bermain tarkam. berbasickan dia, hal tersebut amat sah dikerjakan para footballer ahli terhitung dirinya.

“Benar saya bermain tarkam. manusia pada heboh ya? sesungguhnya saya cari uang halal. bagaimana saya merampok? Pasti lebih heboh,” ungkap Syamsir seraya bercand

“Saya tarkam di mana-mana. Saya tidak malu bermain tarkam. mengapa harus malu? ini halal. Banyak orang yang korupsi saja tidak malu,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Syamsir menyebutkan, sosok seorang kawan yang tidak mau dimaksudkan namanya menjadi jembatan penghubung dirinya untuk bermain tarkam.

“kawan saya yang mengajak bermain tarkam. Kalau penghasilan,alhamdullilah bisa ganti iphone dan biaya untuk jalan-jalan. Jangan dimaksudkan rinciannya, yang mutlak saya tetap bersyukur,” kata Syamsir.

“Saya tetap akan bermain tarkam, disebabkan belum dapat tawaran dari Club-Club.”

Syamsir Alam pada waktu itu lakukan belaan Sriwijaya FC.

Apa yang dikerjakan Syamsir Alam memang tak salah. Tarkam menjadi ajang untuk menjaga kebugaran pemain jebolan Sekolah Sepakbola (SSB) ASiOP Apacinti tersebut, di tengah belum wujudnya tawaran bermain dari Club-Club Tanah Air dan luar negeri.

akan tetapi, bagaimanapun Syamsir sejatinya tambah baik berkiprah di kompetisi resmi. Mengingat, tarkam manakala-waktu bisa berisiko bikin dirinya cedera parah.

Contoh, pemain Persib Bandung, Zulham Zamrun, nyaris saja menutup kariernya Selayak footballer ahli, akibat cedera ACL (anterior cruciate ligament) yang dialaminya pada waktu itu bermain tarkam di Habibie Cup 2015. ACL ialah cedera disebabkan wujudnya robekan pada cruciatum anterior ligamen dalam sendi lutut.

bahkan, Syamsir ialah pemain muda indonesia yang berpontensial menjadi footballer hebat di masa depan. ia pernah gabung Club Uruguay, Penarol pada 2008-2009, Club Belanda, Heerenveen (2009-2010) dan Vitesse Arnhem (2010-2011), Club Belgia, CS Vise (2011), serta Club Amerika Serikat, Washington DC (2013).

Heerenveen dan Vitesee ialah dua Club yang kini melakukan saingan di kompetisi paling tinggi sepakbola Negeri Kincir Angin, Eredivisie Belanda musim 2016/17. tatkala itu, Penarol ialah Club yang berkiprah di kompetisi paling elite Uruguay.

Lalu, Washington DC ialah Club yang berkompetisi di kasta paling tinggi sepakbola Amerika Serikat, Major League Soccer (MLS). akan tetapi, CS Vise, Club Belgia yang berkompe

Pencarian Konten:

Leave a reply "Curahan Hati Syamsir Alam soal Bermain Tarkam"

Author: 
    author