Setelah 132 Hari, Tren Kemenangan Liverpool Harus Terhenti

84 views

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

Web Agen Game Depo / WD Link
AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs

Setelah 132 Hari, Tren Kemenangan Liverpool Harus Terhenti - Liverpool takluk 0-3 berasal dari Watford terhadap laga pekan ke-28 Premier League di Vicarage Road, Sabtu (29/2/2020). Hasil ini menyebabkan tren kemenangan beruntun The Reds mesti terhenti.

Melawat ke markas The Hornets, Liverpool tampil menekan sejak bola digulirkan. Berdasarkan statistik di web formal Premier League, skuat Si Merah menorehkan 70,7 prosen penguasaan bola, berbanding 29,3 prosen milik Watford.

Meski menguasai jalannya laga, Liverpool ada problem Taruhan Bola menembus lini pertahanan Watford. The Reds cuma mampu memperoleh satu kesempatan bagus berasal dari tujuh tembakan.

Di segi lain, The Hornets melepaskan 14 tembakan yang lima di antaranya ke mengarah ke gawang. Alhasil, Liverpool menyerah tiga gol tanpa balas berasal dari tim tuan rumah.

Ketiga gol Watford disarangkan Ismaila Sarr terhadap menit ke-54 dan 60', serta Troy Deeney menit ke-72.

Hasil minor ini merupakan yang perdana dipetik Liverpool dalam 45 laga terakhir di Premier League. Selain itu, mereka juga gagal melanjutkan catatan kemenangan beruntun di liga.

Rekor kemenangan beturut-turut Liverpool di Premier League mesti terhenti di angka 18. Terakhir kali mereka gagal mendulang tiga poin adalah kala ditahan 1-1 Manchester United terhadap 20 Oktober 2019, atau 132 hari lalu.

Kendati menelan kekalahan, Liverpool tetap nyaman berada di puncak klasemen saat Premier League. Mereka mendulang 79 poin berasal dari 28 pertandingan.

The Reds unggul 22 poin atas Manchester City di peringkat kedua, tetapi baru menjalani 27 laga. Adapun Watford di peringkat 17 dengan nilai 27.

Tags: #Liverpool

Leave a reply "Setelah 132 Hari, Tren Kemenangan Liverpool Harus Terhenti"

Author: 
    author