Cerita Nil Maizar Tiga Kali Hadapi Penghentian Kompetisi

173 views

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

Web Agen Game Depo / WD Link
AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs

Cerita Nil Maizar Tiga Kali Hadapi Penghentian Kompetisi - Pelatih Persela Lamongan, Nil Maizar tidak kaget hadapi penghentian persaingan Shopee Liga 1 2020. Sebab, suasana ini bukan pengalaman pertama baginya.

Juru taktik asal Payakumbuh, Sumatera Barat tersebut mengaku telah tiga kali hadapi penangguhan kompetisi. Baik saat menjadi pemain maupun sebagai pelatih.

Pengalaman pertama yaitu disaat persaingan ditangguhkan terhadap th. 1998. Kala itu, liga dihentikan dikarenakan Indonesia mengalami krisis moneter dan berlangsung kerusuhan di beraneka daerah.

”Kalau 1998 tersedia kerusuhan Mei, menjadi disaat itu pertandingan langsung disetop,” kata Nil Maizar kepada Bola.net.

Sementara, pengalaman ke-2 berlangsung terhadap bulan 2015 dikarenakan persaingan kasta tertinggi yang bernama QNB League dihentikan. Kala itu, tim yang ditukanginya, Semen Padang, batal bertanding.

”Waktu itu sudi lawan Persela, saya telah hingga di Lamongan, telah nginap di hotel, habis itu tersedia instruksi, pertandingan tidak dilanjutkan, kami pulang,” kenangnya.

Dan setelah penghentian tersebut, situasinya makin tidak jelas. Karena PSSI dibekukan oleh Menpora dan menyebabkan aktivitas terlalu vakum sepanjang lebih dari satu bulan.

”Setelah itu enggak tersedia aktivitas lagi,PSSI juga Taruhan Bola di-banned, menjadi memang aktivitas vakum sepanjang empat hingga lima bulan,” imbuhnya.

”Kalau ini (2020) kan situasinya memang darurat, bukan layaknya suasana sebelumnya,” tegas pelatih yang pernah menukangi timnas Indonesia tersebut.

Tentunya, kata Nil, penghentian persaingan terlalu berdampak terhadapnya sebagai pelaku sepak bola. Terutama dari segi finansial dikarenakan pendapatan berkurang.
Padahal, menurut Senior Manager Persebaya Store, Arizal Perdana Putra, pihaknya telah miliki kebiasaan hadapi jeda persaingan dikarenakan libur dan sebagainya. Dan penjualan berlangsung layaknya biasa.

”Karena kami men-treat-nya sebagai sebuah merek yang siklusnya terus berjalan,” kata Arizal kepada Bola.net, Kamis (2/4/2020).

Namun, suasana sekarang ini kata dia terlalu berbeda. Karena berhentinya persaingan disebabkan oleh wabah Coronavirus Desease 2019 (covid-19) yang menyerang hampir di seluruh dunia.

”Jadi otomatis itu berdampak terhadap siklus Persebaya store,” Arizal menambahkan.

Hanya saja, Arizal enggan membocorkan perubahan penjualan yang berlangsung di store yang dipimpinnya tersebut. Karena menurutnya data itu sifatnya rahasia.

”Kalau itu (persentase perubahan penjualan) mohon maaf, sifatnya confidential,” tegasnya.

Dan, untuk mengdongkrak penjualan, Arizal terus menggalakkan penjualan secara online. Dia juga akan meluncurkan program untuk menopang mengatasi penyebaran virus Corona.

”Kami dengan official Persebaya juga akan melaunch program donasi untuk mengajak Bonek Bonita berpartisipasi dalam menopang mengatasi wabah Covid-19 ini,” lanjutnya.

Pihaknya juga meluncurkan program gratis cost kirim bagi kastemer yang membeli marchendise secara online. Tentunya dengan syarat dan ketetapan yang berlaku.

”Itu sebagai upaya menopang pemerintah untuk orang sehingga di tempat tinggal saja. Dan berbelanjanya melalui online saja,” tandasnya.

Tags: #Nil Maizar

Leave a reply "Cerita Nil Maizar Tiga Kali Hadapi Penghentian Kompetisi"

Author: 
    author