Cerita Peter Withe Hampir Kena Bogem setelah Timnas Indonesia Remuk di Piala AFF 2007

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

Web Agen Game Depo / WD Link
AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs

Cerita Peter Withe Hampir Kena Bogem setelah Timnas Indonesia Remuk di Piala AFF 2007 - Nama Peter Withe dielu-elukan publik sepak bola Tanah Air sesudah Timnas Indonesia melaju ke final Piala AFF 2004. Walau gagal juara, Tim Merah-Putih dinilai menampilkan permainan yang enak ditonton.

Timnas Indonesia disebut-sebut juara turnamen walaupun IDN Poker Online kalah dari Singapura. Pencinta sepak bola nasional menilai Tim Garuda seharusnya juara, sekiranya pemain lawan, Bhaihaki Khaizan, tidak lakukan tindakan tercela sengaja mencederai wonderkid Indonesia, Boaz Solossa.

Sayangnya, cerita berhasil pelatih asal Inggris berikut tak berlanjut pada Piala AFF edisi selanjut. Timnas Indonesia gagal keseluruhan di hajatan akbar kawasan Asia Tenggara yang berujung pemecatan Peter Withe.

Piala AFF 2007 menjadi cerita memalukan bikin Timnas Indonesia. Bagaimana tidak, Tim Merah-Putih untuk pertama kali gagal lolos ke semifinal dengan kata lain terhenti di fase penyisihan kelompok pada turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara ini.

Padahal, asa mengangkat trofi juara untuk kali pertama begitu tinggi. Dalam lima penyelenggaraan terakhir, Indonesia senantiasa berhasil melaju ke semifinal.

Bahkan di dalam tiga edisi terakhir sebelum akan Piala AFF 2007, Indonesia tidak pernah absen di partai final dan mengakhiri turnamen bersama standing runner-up secara beruntun.

Dengan latar belakang itu, Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, langsung berikan tujuan juara kepada Peter Withe sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia di Piala AFF 2007.

"Kalau Peter Withe gagal, posisinya langsung dievaluasi. Intinya, pokoknya Indonesia perlu juara Piala AFF!" ucap Nurdin Halid disaat itu.

Pernyataan Nurdin berikut didasari kegelisahannya lihat performa Timnas Indonesia jelang penyelenggaraan turnamen. Sihir Peter dinilai tak sedasyat th. pertama kedatangannya.

Secara khusus, permohonan memenangi Piala AFF 2007 tambah tinggi sesudah kegagalan di turnamen Merdeka Cup di Malaysia pada Agustus 2006 dan BV Cup yang digelar di Vietnam pada November 2006.

Pemilihan pemain yang dijalankan Peter terkesan subjektif. Banyak pemain bagus yang tak dipanggil.

Peter lebih-lebih sempat bersitegang bersama Boaz Solossa, bintang utama Piala AFF 2004. Sang pemain mendadak menghilang dari skuat inti Timnas Indonesia. Saat ditanya alasan kenapa tidak memanggil Boaz, Peter beralasan: "Boaz pemain yang tidak disiplin."

Boaz beberapa kali mangkir memenuhi panggilan pelatnas. Bocorannya, perihal itu dikarenakan ia kesal abangnya, Ortizan Solossa, tak masuk skuat Merah-Putih.

Tak hanya relasi bersama Boaz yang disorot. Peter dinilai menyia-nyiakan bakat Bambang Pamungkas. Pemain yang kinclong bersama klub Malaysia, Selangor FA, hampir tak pernah dipanggil Timnas Indonesia. Namanya baru muncul, sesudah petinggi PSSI lakukan intervensi.

Dan benar saja, riak-riak konflik internal membawa dampak cara Timnas Indonesia di ajang Piala AFF tertatih-tatih.

Pada Piala AFF 2007 Indonesia bak dinaungi kesialan. Pasalnya, Indonesia sesungguhnya menyatukan poin lima, poin yang mirip bersama dua tim yang lolos semifinal dari Grup B, yakni Singapura dan Vietnam. Tim Merah-Putih terjegal dikarenakan selisih gol kalah jauh dari dua negara itu.

Vietnam dan Singapura mempunyai selisih gol tiap-tiap 11 dan sembilan, selagi Tim Merah-Putih hanya surplus dua gol saja.

Penyebab semua itu, walaupun Timnas Indonesia tidak terkalahkan di tiga pertandingan penyisihan grup, Tim Garuda tidak bisa menang banyak atas tim yang diakui terlemah di Grup B, yakni Laos. Di Grup B, Indonesia tergabung bersama Laos, Vietnam, dan tuan rumah Singapura.

Bermain di National Stadium, Kallang, Singapura, Timnas Indonesia hanya bisa menang 3-1 atas Laos. Sebaliknya para pesaing, Vietnam mengalahkan Laos bersama skor 4-0, dan Singapura lebih gila kembali dikarenakan menang 11-0 atas Laos.

Padahal, di Piala AFF 2007, Peter Withe biasa memainkan pola 4-4-2. Tiga pertandingan penyisihan kelompok seluruhnya Mengenakan pola itu. Pola mirip yang diterapkan pelatih asal Inggris itu selagi membawa Tim Garuda ke final Piala AFF 2004.

Peter Withe menjaga setidaknya 11 pemain yang turun di Piala AFF 2004. Nama-nama seperti Hendro Kartiko, Ismed Sofyan, Ilham Jaya Kesuma, Jendri Pitoy, Ponaryo Astaman, Firmansyah, Elie Aiboy, Saktiawan Sinaga, Syamsul Chaeruddin, Mahyadi Panggabean, Agus Indra Kurniawan masih ada di tim.

Soal pemilihan pemain, Peter Withe menjadi objek sasaran kritik petinggi PSSI, dikarenakan dinilai cenderung memaksakan menempatkan pemain-pemain kesayangannya, walaupun mereka tengah tidak di dalam kondisi bagus.

Ambil semisal Ilham Jaya Kesuma, mesin gol utama Timnas Indonesia di Piala AFF 2004, performanya tak memuaskan selama penyisihan. Ia mandul gol. Faktanya, penurunan performa Ilham dikarenakan gangguan cedera yang ia bisa selagi membela klub Malaysia, MPPJ Selangor.

Penyerang-penyerang lain layaknya, Budi Sudarsono, Zaenal Arief, Bambang Pamungkas, hanya menjadi penghias bangku cadangan. Padahal mereka tengah di dalam kondisi on-fire di klubnya masing-masing.

Peter dipersalahkan tak memanggil sosok Firman Utina atau Eka Ramdani. Jebloknya ketajaman Timnas Indonesia tidak lain dikarenakan di sektor tengah Tim Garuda tak ada pemain kreatif, penyuplai bola ke para striker.

Hanya mencetak enam gol dari tiga pertandingan fase kelompok juga menjadi catatan paling tidak baik selama peristiwa keikutsertaan timnas di Piala AFF.

Sebagai catatan, tidak cuman tampil di final di dalam tiga edisi terakhir, bersama itu Timnas Indonesia juga menempatkan pemainnya menjadi peraih gelar Golden Boot dengan kata lain pencetak gol terbanyak.

Pada Piala AFF 2000 ada nama Gendut Doni Christiawan bersama lima gol, lantas Piala AFF 2002 ada Bambang Pamungkas bersama delapan gol, dan juga Ilham Jaya Kesuma bersama tujuh gol pada Piala AFF 2004.

Keenam gol timnas Indonesia di Piala AFF 2007 dicetak Atep (2 gol), Saktiawan Sinaga (2 gol), dan juga tiap-tiap satu gol dari Ilham Jayakesuma dan Zaenal Arief. Bahkan bek timnas, Supardi Nasir, mencetak gol bunuh diri disaat hadapi Vietnam.

Tags: #Peter Withe

Leave a reply "Cerita Peter Withe Hampir Kena Bogem setelah Timnas Indonesia Remuk di Piala AFF 2007"

Author: 
    author